Paket liburan Bromo - Paket Wisata Bromo Tour Travel Murah liburan Bromo, Wisata Malang, Paket Wisata Kawah Ijen, Wisata Bromo Murah

Suku Tengger Bromo

Suku Tengger Bromo

Suku Tengger Bromo
Suku Tengger Bromo
Mengenal lebih dekat degan Suku Tengger Bromo yang tinggal di sekitar lereng Bromo. Suku Tengger adalah warga asli yang mendiami kawasan Gunung Bromo dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di Jawa Timur. Masyarakat suku Tengger sejak awal merupakan penganut Hindu yang taat dan sedikit berbeda dengan yang ada di Bali, jika di Bali mereka menganut aliran "SIWA TATUA" yang mengutamakan Dewa Siwa sebagai tuhan mereka, dan sedangkan di Bromo Suku Tengger begitu percaya kepada Brahma, karena Bromo sendiri menurut bahasa sansekerta adalah Brahma (Salah satu Dewa bagi umat Hindu). Suku Tengger adalah pemeluk agama Hindu lama dan tidak seperti pemeluk agama Hindu umumnya yang memiliki candi atau kuil sebagai tempat peribadatan. Hingga kini mereka meyakini sebagai keturunan langsung dari pengikut Kerajaan Majapahit.

Untuk tingkat pertumbuhan penduduk Suku Tengger Bromo yang berdiam di kawasan pegunungan Tengger ini tergolong rendah. Meskipun keberadaan mereka terpusat di sekitar kawasan Bromo sendiri tetapi persebarannya kini telah mencapai sebagian wilayah Kabupaten Pasuruan, Lumajang, Probolinggo, dan Malang.

Suku Tengger Bromo dikenal sangat berpegang teguh pada adat dan istiadat Hindu lama yang menjadi pedoman hidup mereka. Keberadaan suku ini juga sangat dihormati oleh penduduk sekitar karena menerapkan hidup sederhana dan jujur. Mata pencaharian mereka sebagian besar adalah petani ada juga mereka bekerja sebagai sewa kuda yang bisa kita temui ketika kita ber wisatata ke Bromo, dan bahasa yang mereka gunakan sehari-hari adalah bahasa Jawa Kuno. Mereka tidak memiliki kasta bahasa.

Dari namanya asal-usul kata tengger berasal gabungan dua kata, yaitu teng dan ger. Keduanya merupakan akhiran kata dari dua nama, yaitu Roro "An-teng" dan Joko "Se-ger". Hal itu terkait Sejarah gunung bromo dan Legenda Roro Anteng dan Joko Seger. Menurut penuturan masyarakat setempat, diyakini bahwa mereka adalah keturunan Roro Anteng, yaitu seorang putri dari raja Majapahit dan "Joko Seger", yaitu putera seorang brahmana. Asal mula nama Suku Tengger diambil dari nama belakang "Rara Anteng" dan "Jaka Seger". Keduanya membangun pemukiman dan memerintah di kawasan Tengger ini kemudian menamakannya sebagai Purbowasesa Mangkurat Ing Tengger atau artinya “Penguasa Tengger yang Budiman”.

Suku Tengger Bromo rutin mengadakan beberapa upacara adat dan yang terbesar adalah Hari Raya Yadnya Kasada atau Upacara Kasodo yang di lakukan setahun sekali. Saat perayaan hari besar suku Tengger ini Gunung Bromo bukan hanya dikunjungi umat Hindu Tengger dari berbagai penjuru Taman Nasional Bromo Tengger Semeru tetapi umat Hindu dari Bali yang merasa mereka adalah keturunan dari Kerajaan Majapahit. Tidak hanya itu, saat upacara ini berlangsung, Pura Luhur Poten Bromo yang berada di antara Gunung Batok dan Gunung Bromo akan dikunjungi oleh banyak wisatawan dari berbagai negara dan penjuru Tanah Air.

Suku Tengger Bromo

Selain upacara Yadnya Kasada Bromo, ada juga Hari Raya Karo dan Unan-Unan. Berhubungan dengan siklus kehidupan warga suku Tengger juga diadakan ritual adat yaitu: saat kelahiran (upacara sayut, cuplak puser, tugel kuncung), menikah (upacara walagara), kematian (entas-entas, dan lainnya), upacara adat berhubungan siklus pertanian, mendirikan rumah, dan juga terkait adanya gejala alam seperti leliwet dan barikan.

Baca juga info tentang wisata gunung bromo lainnya:
- Sejarah Letusan Gunung Bromo
- Hotel di Bromo
- Sejarah gunung bromo
- Letak lokasi wisata gunung bromo
- Wisata gunung bromo
- Paket liburan bromo 2 hari 1 malam

Suku Tengger Bromo Rating: 4.5 Diposkan Oleh: paketwisata bromotours